Masalah Yang Sering Ditemui Bagi Pemula Belajar CSS

Masalah ke-1 : CSS Reset

Sewaktu latihan CSS, saya berniat untuk membuat bar yang berada di atas halaman web, seperti pada gambar berikut ini.

Untitled1

 

 

 

 

#topbar{

                                   width:100%;

                                   height:30px;

                                   background:#333;

}

saya save dan langsung melihat previewnya di browser. yes topbarnya udah diatas, tingginya bener, lebarnya udah bener 100%, tapi kok serasa ada yang mengganjal :(. apaa yah.. ?

Untitled

Ada jarak !!??, gimana nih. coba pake margin:0 juga g mau nempel tuh topbar.

Solusi

Untuk kasus diatas, anda harus mengerti apa yang sebenarnya terjadi. hal ini terjadi karena setiap browser memiliki css defaultnya masing-masing. file css bawaan ini akan diterapkan disetiap halaman web yang di load pada browser.
pernahkan anda bertanya, dari mana datangnya besar huruf H1 sampai H6 ?, atau jarak antara Ul atau Ol, atau kenapa tag i bisa miring, tag b bisa tebal dan seterusnya dan seterusnya?.
Untuk itulah CSS reset hadir. CSS reset digunakan untuk mereset ulang nilai-nilai yang telah diterapkan pada file CSS bawaan browser.
sekarang coba anda tambahkan, baris style berikut :

*{

                                   margin:0;

                                   padding:0;

}

Tanda bintang (*) adalah selector untuk semua element html, sama halnya dengan memberikan style pada html.

Untitled11

If “Reset” sounds complicated, don’t worry. it’s quite simple. Mostly it involves zeroing out margins and padding.
-Jeffrey Way-

Reff : http://www.ariona.net/5-permasalahan-yang-membingungkan-bagi-css-newbie/

 

Advertisements

Membuat Koneksi Ke Database

Membuat Koneksi Ke Database

<?php

$username = “root”;
$password = “”;
$database = “rentcardb”;
$host = “localhost”;
$koneksi = @mysql_connect(“$host”,”$username”,”$password”);
$db = mysql_select_db(“$database”);

?>

 

 

Setelah mengetikkan script untuk menghubungkan ke database, kemudian membuat sebuah nama file dengan nama misalnya koneksi.php

pengertian “$database” adalah variable dari nama database yang sudah dibuat.

Kemudian maka diuji coba untuk koneksinya, apakah berhasil atau tidak. maka akan menghasilkan tampilan seperti ini.

hasil test koneksi

Koneksi Database Berhasil

Apabila berhasil akan menampilkan seperti tampilan gambar di atas “tampilan blank”.

 

Pengertian Javascript

Pengertian Javascript

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang bisa disisipkan ke HTML seperti halnya PHP akan tetapi javascript berjalan di sisi Client.

Misalnya, jam ditampilkan pada halaman yang update sendiri untuk menunjukkan waktu saat ini pada komputer pengguna. Desain JavaScript dipengaruhi oleh banyak bahasa pemrograman, termasuk C, tetapi dimaksudkan untuk lebih digunakan oleh non-programmer. JavaScript tidak didasarkan pada atau terkait ke Java, ini adalah kesalahpahaman umum. JavaScript seringkali disertakan dalam file HTML atau link dari file HTML dan dijalankan secara lokal oleh web browser. Ini berarti bahwa server bebas untuk mengerjakan sesuatu yang lain daripada pemrosesan instruksi untuk setiap klien. Hal ini telah membuat JavaScript pilihan yang lebih populer daripada bahasa yang memerlukan server untuk melakukan pengolahan.

Sejarah Javascript

JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.[6] JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX

Beberapa contoh menggunakan adalah:

  • berputar atau bergulir teks.
  • membuat bagian dari suatu bentuk terlihat atau tidak terlihat. Sebagai contoh, dalam sebuah formulir pemesanan, jika pengguna kutu kotak centang “menyampaikan kepada alamat yang berbeda”, bagian ekstra dengan kotak teks dengan streetname pengiriman, nomor, dan tempat dapat dibuat terlihat.
  • drop down menu.
  • mengambil informasi tambahan dari server (Ajax) untuk sebagian me-refresh halaman.
  • memvalidasi input pengguna pada formulir.
  • perhitungan tanpa perlu kembali ke server.
  • menentukan jenis browser.

jelas beberapa informasi dari jenis tertentu dari pengguna, seperti alamat email dari bot.

Bahasa server-side seperti PHP atau Perl adalah cara terbaik untuk memodifikasi halaman sebelum loading, meskipun ada beberapa kasus Server-JavaScript (SJS). Tidak semua browser memiliki juru JavaScript (seperti browser hanya teks Lynx), atau menjalankan versi terbaru. Selain itu, beberapa pengguna mematikan kemampuan JavaScript dengan pilihan. Umumnya, halaman web harus menggunakan JavaScript untuk meningkatkan pengalaman pengguna, bukan bergantung padanya. Hal ini sering disebut sebagai degradasi anggun (yaitu jika pengguna telah dimatikan JavaScript, halaman harus selalu masih beban, menyajikan informasi yang sama tetapi tanpa fungsi tambahan yang disediakan oleh JavaScript.)

Hubungan ke Java

Meskipun nama yang mirip, Java dan JavaScript, hampir tidak ada hubungannya selain dari sintaks antara dua bahasa. Bahkan mereka dikembangkan oleh dua perusahaan yang sama sekali berbeda, dengan tujuan dan pemikiran yang berbeda: Netscape mengembangkan JavaScript dan Sun Microsystems mengembangkan Java. Hanya saja kedua nama tersebut membingungkan bagi orang yang belum tau.

JavaScript dapat diinterpretasikan oleh browser yang paling  langsung dan cepat, sementara Java memerlukan terpisah “Java Virtual Machine” harus dimulai sebelum menjalankan. JavaScript dan Java sama-sama menggunakan sintaks yang mirip (berdasarkan bahasa C) tetapi perintah yang digunakan banyak yang sangat berbeda. Ada juga perbedaan teknis. Java adalah bahasa diketik statis yang membutuhkan deklarasi semua variabel dan jenis mereka (misalnya integer, string atau boolean). Sebaliknya, Javascript adalah “longgar” bahasa diketik, memungkinkan variabel yang akan digunakan tanpa deklarasi sebelumnya.

Sebagai contoh, membandingkan dua metode penulisan ke tampilan (halaman).
Di Java, untuk menulis “Halo dunia!”, Kode akan membaca: System.out.println (“Halo dunia!”);
Sedangkan dalam JavaScript (di browser), akan berkata: document.write (“Halo dunia! “);

Untuk lebih jelasnya dibawah contoh penulisan javascript,

Penulisan JavaScript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag

.

alert(“Halo Dunia!”);

Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript). Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:

http://”alamat.js”

Script pada bagian head
Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu. Peletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil).

<html>
<head>

</head>
</html>

Script pada Body
Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body>. Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.

<html>
<head>
</head>
<body>

</body>
</html>

Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.
External JavaScript
Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman. Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.
JavaScript : js/xxx.js document.write(“pesan ini tampil ketika halaman diload”);
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut “src” pada tag pada halaman HTML-nya.



<p>Script di atas berada di berkas “xx.js” (eksternal) </p>
</body>
</html>

Itu yang dapat saya sampaikan setelah membaca dari beberapa sumber, semoga bermanfaat.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/JavaScript

Apa itu CSS ?

    Apa itu cssCSS ?
CSS (Cascading Style Sheet) adalah salah satu bahasa desain web (style sheet language) yang mengontrol format tampilan sebuah halaman web yang ditulis dengan menggunakan penanda(markup laguage. Biasanya CSS digunakan untuk mendesain sebuah halaman HTML dan XHTML, tetapi sekarang CSS bisa diaplikasikan untuk segala dokumenXML, termasuk SVG dan XUL bahkan ANDROID.
CSS dibuat untuk memisahkan konten utamadengan tampilan dokumen yang meliputi layout, warna da font. Pemisahan ini dapat meningkatkann daya akses konten pada web, menyediakan lebih banyak fleksibilitas dan kontrol dalam spesifikasi darisebuah karakteristik dari sebuah tampilan, memungkinkan untuk membagi halaman untuk sebuah formatting dan mengurangi kerumitan dalam penulisan kode dan struktur dari konten, contohnya teknik tableless pada desain web.
CSS juga memungkinkan sebuah halaman untuk ditampilkan dalam berbagai style dengan menggunakan metode pembawaan yang berbeda pula, seperti on-screen, in-print, by voice, dan lain-lain. Sementaraitu, pemilik konten web bisa menentukan link yang menghubungkan konten dengan file CSS.
Tujuan utama CSS diciptakan untuk membedakan konten dari dokumen dan dari tampilan dokumen, dengan itu, pembuatan ataupun pemrograman ulang web akan lebih mudah dilakukan. Hal yang termasuk dalam desain web diantaranya adalah warna, ukura dan formatting. Dengan adanya CSS, konten dan desain web akan mudah dibedakan, jadi memungkinkan untuk melakukan pengulangan pada tampilan-tampilan tertentu dalam suatu web, sehingga akan memudahkan dalam membuat halaman web yang banyak, yang pada akhirnya dapat memangkas waktu pembuatan web.

Apa itu PHP?

Belajar Dasar Pemrograman PHP
tentang apa itu php. PHP dalam dunia pemrograman, bukan PHP yang diartikan Pemberi Harapan Palsu yang cukup trend belakangan. Sebelum belajar dasar pemrograman PHP, ada baiknya kita mengenal apa itu PHP.
PHP (Hypertext Prosesor) adalah sebuah bahasa pemrograman yang dapat disisipkan pada sebuah HTML. Bahasa ini digunakan untuk pembuatan website dinamis. Sehingga bahasa ini digunakan oleh banyak CMS seperti wordpress.
Menurut pemahaman saya, PHP merupakan sebuah bahasa penghubung antara file html dengan database. Sehingga dapat sebuah halaman website dapat menjadi dinamis. Berbeda dengan html yang bersifat statis dan cenderung tetap. Dengan bantuan PHP kita bisa membuat sebuah halaman berubah-ubah, bukan hanya tampilan, tetapi juga kontennya.

Mulai Belajar Dasar PHP

Untuk memulai belajar php, kita harus install aplikasi web server terlebih dahulu. Saya menggunakan LAMPP di Ubuntu untuk web server. Untuk windows mungkin bisa menggunakan XAMPP. Sedangkan untuk Mac, mungkin bisa mengunakan MAMP. Kalau belum punya, bisa download LAMPP maupun XAMPP pada link di bawah ini

Untuk pengguna Ubuntu, kalau masih bingung cara install lampp bisa ikuti tutorial install lampp di Ubuntu. Setelah melakukan instalasi web server, jalankan web server yang sudah terinstall dan simpan semua file dengan format php pada folder htdocs yang bisa kamu temukan pada folder instalasi web server.
Selain itu, akses file php tersebut di browser dengan alamat localhost/namafile.php. Kalau kamu membuat sebuah folder pada folder htdocs, kamu bisa akses filenya dengan alamat localhost/namafolder/namafile.php
Sumber : panduaji.net